The Seekers of Happiness



Umur 20-an sudah menjadi tolak ukur menjadi manusia dewasa (walau sebenarnya dimulai 17 tahun). Usia dimana kita harus memulai mengevaluasi setiap tindakan apakah berarti ataukah hanya membunuh waktu. Di usia ini atas dasar pengalaman hidup, ku merenungi diri dan menemukan argumen apakah manusia hanya mahluk pencari kebahagiaan (the seekers of happiness). Dari setiap pengambilan keputusan, dari setiap alasan bertindak, dari setiap alasan untuk melakukan sesuatu bukan suatu hal yang mustahil bahwa alasan bisa datang hanya dari sekedar rasa ingin akan suatu“kebahagiaan”.

Manusia diciptakan ke dunia untuk bahagia? , tidak mendekati sedikit pun. Manusia diciptakan ke dunia oleh tuhan tidak lain dan tidak bukan ialah untuk diuji. Adanya ujian tentu untuk menentukan hasil akhir, karena ujian berarti seleksi, maka setiap orang tentu diseleksi untuk pada akhirnya didapati hasil apakah pantas menjadi penghuni syurga atau neraka.

Bicara soal dewasa, apakah kita dipersiapkan untuk dewasa? Menurutku tidak juga. Kita dituntut mau tidak mau untuk bersikap dewasa, karena usia menuntuk kedewasaan maka dewasalah pada umurnya. Menurutku sikap dewasa ialah sikap mampu meluangkan waktu untuk orang lain dan menghargai setiap ucapan dan perbuatannya. Dewasa berarti mampu mengontrol emosi, tidak egois pada keinginan pribadi, mengakui kesalahan, berani meminta maaf, mau menerima kritikan, menanyakan saran, dan tidak merasa benar sendiri. Dewasa diidentikan dengan kemampuan toleransi tinggi, dimana emosi tidak terlalu diumbar, lebih mengikuti aturan-aturan norma yang berlaku, memberikan bantuan, dan tidak mudah membenci orang lain.

Dewasa juga dikaitkan dengan tanggung jawab. Menjadi dewasa haruslah berani bertanggung jawab, menanggung diri sendiri, bekerja secara profesional, berprilaku baik pada keluarga dan masyarakat sosial, juga bertanggung jawab dalam membangun keluarga yang harmonis. Kedewasaan dalam mencari pasangan hidup ialah mampu mencari keriteria-keritas pasangan yang berkompeten secara kepribadian dan finansial sehingga mampu menjalani suatu hubungan secara harmonis dan berkepanjangan.
Tak usah ditanya siapa manusia yang mau bahagia, jawabannya sama, kita semua mau. Tak ada yang mempunyai cita-cita buruk, semua impian dan harapan akan selalu baik karena kita the seekers of happiness.

Komentar